Saya direkrut oleh perusahaan sebagai copywriter setelah si Bos melihat isi media sosial saya. Saat itu, masih booming Facebook dan Twitter saja dan saya kerap membuat status bercerita sambil promosi buku solo saya. Jika sebelumnya saya harus membuat dan menyetak surat lamaran ke beberapa perusahaan, tapi saat itu tidak ada surat lamaran sama sekali. Ya, zaman sudah bergeser. Semua berawal dari, konten di media sosial saya.

