Saat ini aku ikut ke beberapa komunitas menulis. Mulai komunitas ibu-ibu yang mengaku hobi nulis tapi aslinya suka kopdar, komunitas menulis khusus di dunia maya dan dunia khayalan, sampai komunitas berkedok sharing ilmu penulisan padahal media curcol. Tapi, setidaknya aku merasakan ada lima manfaat selama bergabung di komunitas menulis.
5 Keuntungan Bergabung di Komunitas Menulis
Pengin jadi penulis? Wajib pantengin tulisan bermanfaat ini *pret. Jangan percaya ama gosip yang bilang kalo ngebet jadi penulis itu wajib sarapan sepuluh lembar novel best seller *keselek kertas. Apalagi sampai bertapa di pucuk genteng rumah sambil lempar laptop ke tujuh arah mata angin #SokTajir. Padahal salah satu rahasianya itu join ke komunitas menulis.
Saat ini aku ikut ke beberapa komunitas menulis. Mulai komunitas ibu-ibu yang mengaku hobi nulis tapi aslinya suka kopdar, komunitas menulis khusus di dunia maya dan dunia khayalan, sampai komunitas berkedok sharing ilmu penulisan padahal media curcol. Tapi, setidaknya aku merasakan ada lima manfaat selama bergabung di komunitas menulis.
Saat ini aku ikut ke beberapa komunitas menulis. Mulai komunitas ibu-ibu yang mengaku hobi nulis tapi aslinya suka kopdar, komunitas menulis khusus di dunia maya dan dunia khayalan, sampai komunitas berkedok sharing ilmu penulisan padahal media curcol. Tapi, setidaknya aku merasakan ada lima manfaat selama bergabung di komunitas menulis.
5 Pertanyaan Seputar Ngeblog
Hepi deh dapat kesempatan berbagi sedikit ceritaku soal blog di hadapan dedek-dedek unyu. Padahal aku kan blogger-hobi-kopdar-tapi-suka-amnesia-kalau-waktunya-posting, hihihi. Jadi pas Hari Sabtu (15/11) lalu, aku cuap-cuap di hadapan peserta “Workshop Blogging” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi FK Undip. Tentu dong, aku-yang-dikira-banyak-orang-mengalami-kurang-gizi ini, hiks, enggak bakal sharing soal cara-bisa-makan-banyak-tapi-tetap-langsing #DilarangSirik. Berhubung pekerjaan sehari-hariku sekarang mirip content writer, ya hanya membahas gimana bikin tulisan di blog yang menarik perhatian gebetan, #Eh. Berikut ini ada 5 pertanyaan yang tega dilemparkan padaku:
3 Langkah Menyiapkan Dana Pensiun
Berdasarkan fakta, usia produktif seseorang bekerja itu maksimal sekitar 55 tahun. Sementara, rata-rata masa hidup orang mencapai 75-80 tahun . Lalu, bagaimana mencari biaya hidup selama rentang usia 56 hingga 80 tahun nanti? sementara statusnya kemungkinan besar sudah tidak bekerja dan tiada pemasukan. Maka, menyiapkan dana pensiun menjadi solusi jitu. Berikut 3 langkah dalam menyiapkan dana di masa tua yang popular dengan istilah “3i”.
i pertama adalah insyaf
Insyaf atau menyadari bahwa biaya hidup manusia akan terus meningkat. Nilai uang Rp 50.000 saat ini tentu berbeda ketika sepuluh tahun mendatang. Harga beras pada awal tahun 2000 adalah sekitar Rp 2.500/kg. Sedangkan sekarang mencapai harga Rp 9.000 per kg. Kalau pun di masa tua hanya mengandalkan suntikan dana dari anak juga tidak menutup seluruh biaya hidup, karena rata-rata memiliki 1-3 anak/keluarga.
i pertama adalah insyaf
Insyaf atau menyadari bahwa biaya hidup manusia akan terus meningkat. Nilai uang Rp 50.000 saat ini tentu berbeda ketika sepuluh tahun mendatang. Harga beras pada awal tahun 2000 adalah sekitar Rp 2.500/kg. Sedangkan sekarang mencapai harga Rp 9.000 per kg. Kalau pun di masa tua hanya mengandalkan suntikan dana dari anak juga tidak menutup seluruh biaya hidup, karena rata-rata memiliki 1-3 anak/keluarga.
Subscribe to:
Posts (Atom)

