berbagi cerita dari profil tersohor

pada Hari Sabtu lalu, aku menemani suami ke sebuah acara bernama Forum Wedangan, sebuah pertemuan dari berbagai pihak di satu tempat, tujuannya adalah meningkatkan usaha dan komunitas di Kota Semarang, secara khusus. Aku belajar banyak hal di acara ini, karena ada empat pembicara yang kompeten di bidangnya. Tentu, aku tidak dapat mencatat semua isi ceramahnya, tapi aku dapat menarik satu kesimpulan sederhana tapi penuh makna.

isi perut Surabaya-an

sebagai orang yang ngakunya Surabaya, ada makanan yang wajib aku makan saat mudik ke surabaya. makanan yang bikin aku rindu. apalagi waktu dulu masih di Jakarta, banyak daftar yang wajib dimakan bila sudah mendarat di surabaya. walo sekarang pindah ke semarang, rasanya ada masakan yang masih harus dinikmati. ini bukan iklan, jadi aku tidak menulis titik-titik tempat yang menyajikan makanan khas surabaya itu. soalnya, menurutku, dekat rumahku banyak yang jual makana-makanan ini dengan rasa yang enak walo enggak terkenal bagi pelancong surabaya. bapak, ibu, kakak, adik, nenek, kakek, bayi, bisa menikmati :

1. Tahu Tek-tek

bukan ocehan biasa

aku baru tau ada acara ini, sehari sebelumnya, info mba dedew di grup IIDN.  kebetulan ada dua jam kosong di hari itu, walah, aku bukan superstar yang sibuk offair dan onair, cuma kebetulan hari itu banyak acara, dari acara teman hingga acara keluarga, mencoba menyelipkan juga acara pacaran :-).  pas baru isi daftar hadir, jujur, aku baru tau kalo itu acara launcing Rumah Media, (for further information please visit www.lespifoundation.org), dengan bintang tamu mba dedew,  Pak Budi Maryono, dan Mas Wiwien Wintarto. lumayanlah, bisa nyuri-nyuri ilmu dari para sesepuh dunia pernulisan Semarang.  aku mendarat di lokasi sekitar pukul 10.00, telat setengah jam, tapi selama  setengah jam itu, baru di isi profil Rumah Media, "ah, tak apalah" batinku senang.  saat masuk ruang, wow, serasa masuk sekolah sedangkan jelas-jelas aku bukan anak sekolah, dilihat dari mukaku juga gak bakal ada yang percaya kalo aku ngaku anak sekolahan. okey, aku serasa muda, di antara para anak remaja yang masih mengenakan pakaian sekolah mereka. aku memilih duduk di belakang, berharap kalo ternyata salah masuk, aku lebih bebas cepat keluar. tapi tidak, ada mba dedew di sana. aku memilih untuk bertahan.

tidak lama, para artis Semarang itu segera maju ke depan dan mencoba menjawab pertanyaan besar, bener ga sih mengarang itu  rutenya selalu perkenalan-konflik-penyelesaian? kurang lebih jawaban luasnya di bawah ini : (di bawah tulisan ya, bukan di bawah laptop)

Forum Penulis Kelompok Agromedia Semarang

25 Juni 2011, tepatnya pukul 12.00-17.00, telah terjadi sebuah aktifitas bernama Forum Penulis Kelompok Agromedia di Semarang, walo yang datang enggak wajib penulis kelompok agrommedia sih, contohnya saya, berbekal informasi dari grup FB Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang, padahal saya juga pendatang baru di grup FB IIDN Semarang loh, akhirnya saya berhasil mengikuti acaranya, walapun agak terlambat. kurang lebih yang saya dapet, berikut ini :

buku I CARE COMPETITION #7

I'm in, though not the big 10. Buku antologi pertamaku. Book 7 : "Peradaban Masa Lalu" oleh Wuri Nugraeni.

Copas dari : http://nulisbuku.com/blogs/2011/06/daftar-lengkap-buku-icare


Posted at Jun 06, 2011


Dear all, berikut ini daftar lengkap buku #iCare

dan buku tersebut sudah bisa dipesan di nulisbuku.com, harga buku @Rp 45.000,-

ibc 7

jalan2 @ Semarang



SEMARANG

semarang, sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah, memiliki daya tarik tersendiri. kota yang pernah dijuluki venice van java ini identik dengan wisata bangunan sejarah, wisata religi dan wisata kuliner. konon, pas belanja menjajah, kota semarang ini pernah bak kota venisia – italia (ingat film the tourist) yang pake perahu di atas sungai. katanya juga, pernah banyak burung dara di area kota lama semarang. coba aja cari foto-foto di internet, biasanya orang belanda yang punya.  waktu pertama ke semarang (sekitar tahun … 2006 kali ya) yang aku tau semarang itu panas karena cuma tau daerah simpang 5. ternyata, setelah jadi warga semarang (tahun 2010 lalu), semarang itu dekat ma pantai (dataran rendah) dan gunung unggaran (dataran tingg), ato kata lain, ada kota bawah semarang dan kota atas semarang.

kota bawah ya seperti di deket pantai, bandara, pusat kota…

sisi lain taping

taping atau (pada umumnya) dikenal dg sebutan suting, memiliki cerita2 tersendiri. keceriaan hingga tawa sampai gosip pun selalu hadir dalam setiap taping, TETAPI !!! taping tidak selalu hanya "roll camera", "acton" or "stand by", ada pula masa2 rileks, masa2 menghela nafas sejenak, biasanya pas nunggu artis yang belom dateng, pas break maksi, ato pasca suting yang penuh kesenangan. mau tau cerita lain taping ? jangan kemana-mana, tetap di Sisi Lain Taping !!!

surabaya vs jakarta vs semarang

kota surabaya (sby) itu ibu kota jatim, kota jakarta (jkt) itu ibu kota DKI jakarta sekaligus Indonesia, dan semarang (smg) itu ibu kota jateng. tiga kota itu, aku pernah dan sedang tinggal. walo masih dalam satu pulau Jawa, tapi memiliki perbedaan kata-kata juga makanan. itulah uniknya Indonesia yang kaya akan budaya.

paket mesra ala Nglimut

nglimut ? dimana tuh ? kalo dari pusat kota semarang sekitar 1 jam ke arah unggaran. banyak banget wisata laen didekat-dekat situ. tapi aku berhenti di nglimut. hanya merogoh kocel Rp. 9.000/ 2 orang, alias paket mesra dengan bonus 1 tek kotak 9begitu kata penjaga tiketnya)

ada apa di nglimut ?

ada udara sejuk dengan melewati jalan setapak yang kanan kiri penuh tanaman hijau

Gedong Songo : eksotika alam dan budaya

Gedong Songo, kalau bahasa jawa "Songo" itu artinya "Sembilan", karena di Gedong Songo memiliki 9 candi sebagai warisan budaya. katanya, area pegunungan ini dahulu sebagai tempat peribadatan.  pas pertama jalan sih blank, jujur saja, saya yang pendatang baru di Jateng ini, baru tahu ada wisata Gedong Songo. pokoknya nurut ma sang fotografer.

perjalananku dimulai dari daerah Ngaliyan-Semarang Barat, kalau dari pusat kota sekitar 2 jam sampai tujuan. perjalanan awal biasa saja, bertemu berbagai jenis kendaraan, mulai sesama motor, hingga truk. hingga perjalanan yang mulai diiringi hawa sejuk dengan lautan hijau yang membentang, ini fotonya :

perjalanan Desa Banjarsari-Purwokerto-Jawa Tengah

pukul 17.00 tepat, kereta api bima melaju dari stasiun gubeng-surabaya menuju ke stasiun gambir-jakarta.  aku dan mamaku memulai perjalanan, yang sudah lama tidak dilakukan. kami tidak berhenti di jakarta, tetapi berhenti di kota Purwokerto - Jawa Tengah, sekitar pukul 01.00 pagi buta.

aku memang dilahirkan oleh bapak dan ibuku sendiri. bapakku adalah anak yang pernah lahir di desa Banjarsari - Purwokerto. sebuah desa kecil tetapi selalu memiliki kenangan indah nan sejuk bagiku. sebelumnya, aku pernah 3 kali mengunjungi kampung halaman bapakku, 2 kali saat SD (sekitar awal tahun 1990-an) dan 1 kali saat SMP (sekitar tahun 1997), berarti... sudah 14 tahun aku tidak pulang kampung ke desa bapakku.

buku Diary Reporter : Maestro, Pelajar dan Sejarah

silahkan klik untuk lebih detail :

http://nulisbuku.com/books/view/diary-reporter-:-maestro-pelajar-dan-sejarah


Diary Reporter : Maestro, Pelajar, dan Sejarah

By wuri N

0 Colour Pages & 119 B/W Pages

Harga: Rp 38000


Sebuah cerita tentang pengalaman selama menjadi Reporter.Mulai dari mencari nara sumber, mengikuti aktifitas pelajar Indonesiadengan segudang prestasinya, mengejar artis, mempelajari sejarahindonesia, menjelajahi alam-alam eksotik di Indonesia, hinggasisi lain Reporter yang ternyata tidak selalu liputan.ada keceriaan, ada tawa dan ada haru.

Berminat??? Hubungi aku ya...

indahnya INDONESIAku (bagian akhir) : Memori masa lalu

Masa lalu bisa dibilang jejak sejarah. Indonesia sendiri juga memiliki garis sejarah tersendiri. Sebuah garis yang dapat ditarik dari benda-benda yang masih dapat terlihat secara kasat mata. Sebuah garis yang dapat menyatu menjadi kisah sejarah tersendiri. Indonesia tidak hanya terkenal sebagai negara yang kaya alam yang indah. Indonesia juga tidak hanya dikenal memiliki orang-orang ramah. Indonesia juga tidak hanya memiliki budaya yang unik. Tetapi Indonesia memiliki benda dan gedung yang bersejarah.

Di berbagai belahan daerah Indonesia, pasti memiliki keunikan benda dan bangunan yang bertebaran banyak sekali, mulai dari yang terawat hinggga tak layak lagi. Kali ini, hanya sebagian kecil saja yang akan muncul. Indonesia dengan benda-benda peninggalan hingga bangunan yang memiliki cerita tersendiri di masa lalu.

pintu-benteng

indahnya INDONESIAku (bagian tengah) : double "O"

Seri dua dari "indahnya-INDONESIAku" adalah double "O", yang terdiri dari Orang dan Oleh-oleh. Orang-orang Indonesia terkenal ramah, seperti saya, hehe. Apalagi yang pernah ikut pramuka, orang Indonesia enggak hanya ramah, tapi suka menolong dan gemar menabung. Posting kali ini menampilkan beberapa aktifitas orang di tanah Indonesia yang masih ada saat ini (pokoknya semua foto ini berlangsung pada tahun 2009).

 

indahnya INDONESIAku (bagian awal) : eksotika alam

Negara Indonesia memang dikenal sebagai negara kepulauan. Mengandung potensi alam yang elok tak terkira. Di Indonesia, kita bisa melihat daratan sekaligus lautan yang membentang luas. Indonesia, memiliki kelebihan yang rasanya patut untuk dikembangkan.
Saya senang hidup di Indonesia, terlepas dari segala kekurangannya di negara ini. Izinkan untuk berbagi kecantikan negara Indonesia dari kacamata saya.

7 Tempat Wisata Alam Gunung Bromo yang Eksotis dan Wajib Dikunjungi


Tempat wisata alam Gunung Bromo yang eksotis dan wajib dikunjungi - Gunung Bromo memang jadi salah satu tempat wisata yang hits sejak zaman dinosaurus masih hengot di dunia ini (Eee... Iya kali ya?). Tulisan ini dibuat dalam rangka kasih kode biar niat liburan keluarga kecil benar-benar terlaksana #IyaKalauDiaBaca, hahaha. Kapan ya aku terakhir kali ke Bromo?

Berdasarkan memori yang mendekam di otakku, kayaknya baru 3 kali ke Bromo. Pertama pas tahun 2004, pulang-pergi, dalam rangka survei lokasi shooting buat UAS mata kuliah Perencanaan dan Produksi Audio Visual (PPAV). Iya, hasil akhir UASnya memang bikin film pendek yang masih berbentuk VCD, hehe. Kedua pas shooting-nya selama 3 hari. Masih inget juga, beberapa hari kemudian setelah kami pulang (enggak sampai seminggu, deh), Bromo-nya meletus, hiks. Yang ketiga bareng kameramen dan driver yang mampir ke Bromo pas kelar liputan di Malang di tahun 2008. Ya gitu deh, liputan luar kota wajib mencuri waktu buat liburan, ups (berhubung aku sudah resign, makanya berani ngaku di sini, hihihi)